Yakin Pasanganmu Serius? Pastikan 6 Ciri Pasangan Serius Berikut!

Menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis tentu membuat anda sering bertanya-tanya, bagaimana keseriusannya terhadap anda? Entah itu merupakan pasangan baru atau yang sudah lama menjadi hubungan, keseriusan hubungan akan diuji seiring berjalannya waktu. Kehidupan anda dan pasangan menjadi semakin terhubung bersama semakin anda berdua saling mengenal. Nah, berikut ini 6 ciri pasangan serius yang bisa menjadi tanda bahwa ia benar-benar ingin hidup berkomitmen dengan anda :

  1. Bisa menjalin Hubungan Dalam Waktu Sangat Lama

Keseriusan seseorang tidak bisa hanya dilihat dalam hitungan bulan atau minggu, atau bahkan hari. Jika anda dan pasangan dapat menjalin hubungan hingga bertahun-tahun ada satu hal yang perlu anda sadari, bahwa ada ikatan komitmen yang sebenarnya bisa anda berdua lanjutkan. Menjalani hubungan yang bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah. Tentu saja akan ada banyak konflik dan pertentangan ego antara anda berdua. Namun bila anda dan pasangan bisa menemukan solusi untuk setiap masalah yang dihadapi, itu berarti  ada keseriusan yang ditujukan untuk memperbaiki masalah dan melanjutkan hubungan tersebut.

Sering Membicarakan Kelanjutan Hubungan

Dalam obrolan-obrolan ringan, jika pasangan anda sering menanyakan atau menyampaikan keinginannya tentang masa depan bersama anda, maka ini adalah sinyal positif keseriusan hubungan anda berdua. Mulai dari sekadar berangan-angan untuk memiliki anak dengan anda, membicarakan pekerjaan setelah menikah, liat bokep ngentot bareng dan banyak hal yang kemungkinan akan dialami setelah pernikahan. Ini bisa menjadi ciri pasangan serius untuk melanjutkan kehidupan bersama anda.

Ada Komitmen-Komitmen Kecil Yang Diwujudkan

Pernikahan adalah sebuah komitmen besar jangka panjang yang akan mengikat anda berdua seumur hidup. Untuk melihat keseriusan pasangan, anda bisa melihatnya dari proses-proses kehidupan yang berhubungan dengan komitmen-komitmen kecil selama anda mengenalnya. Misalnya saja mengajak anda membesarkan, mengurus, dan merawat anjing peliharaan serta mengaggapnya sebagai anak anda berdua menjadi sebuah cerminan bagaimana anda dan pasangan bisa menjalani kehidupan setelah memiliki anak kelak. Jika telah sampai taraf ini, sinyal keseriusannya cukup besar.

Mendahulukan Anda dibanding hal lain

Tanda pasangan anda serius dengan diri anda adalah akan memprioritaskan anda dibanding hal lainnya. Bila tidak ada pekerjaan besar atau halangan yang berarti, ia akan selalu berusaha untuk ada ketika anda membutuhkan kehadirannya. Ketika anda menjadi prioritas dari segala usaha dan pekerjaannya, itu berarti ia memiliki harapan besar melanjutkan jenjang kehidupan berpasangan dengan anda.

Terbuka Tentang Kehidupan dan Keluarga

Keterbukaan antara anda dan pasangan menjadi hal yang bisa mencerminkan relasi anda berdua. Semakin dekat dan kenal terhadap pasangan, maka akan semakin banyak hal yang akan anda ketahui tentangnya. Mulai dari kebiasaan, sifat, pola pikir, cara mengatasi masalah, hingga hal-hal yang sifatnya pribadi dapat anda kenali. Begitu pula bila pasangan mulai menceritakan kehidupannya, aktivitas pekerjaan, serta kehidupan keluargannya adalah tanda bahwa ia ingin semakin anda kenal. Semakin serius pasangan anda, maka semakin sedikit rahasia atau hal yang tidak anda ketahui tentangnya. Ia akan mulai sering mengajak anda bertemu dengan orang-orang terdekatnya serta keluarganya.

Tanda lain yang bisa anda perhatikan adalah ketika anda memegang atau membuka barang-barang pribadinya. Ketika tidak ada lagi kerahasiaan atau kemarahan bilamana anda mengarah pada zona pribadinya, hal tersebut dapat anda artikan bahwa ia telah terbuka kepada anda. Ia membebaskan anda mengenalnya tanpa perlu ia jelaskan, serta membebaskan anda menilai dirinya.

Selalu Berusaha Memperbaiki Masalah Komunikasi

Resolusi konflik biasanya berawal dari masalah komunikasi. Anda dan pasangan tentu memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyampaikan ide atau pikiran. Sering kali hal ini memicu perselisihan dan kesalahpahaman yang dilatarbelakangi ketidaktepatan menyampaikan dan menerima pesan. Namun setelah konflik tersebut pasangan anda memulai untuk berbaikan atau mencari tahu penyebab konflik tersebut, serta menginisiasi untuk membicarakan baik-baik maka hal ini bisa menjadi ciri pasangan serius dengan anda. Ia menyadari bahwa masalah seperti ini akan sering muncul ke depannya, dan berusaha untuk mencari solusi untuk meminimalisir atau jalan keluar bila suatu saat hal tersebut terulang kembali.

 

Halo, Pacar Lama!

Halo, Pacar Lama!

Bertemu mantan pacar secara tidak sengaja di reuni atau jejaring sosial setelah lama tidak terkoneksi mungkin rasanya campur sari. Antara senang, sedih, merasa konyol–atau bahkan terbahak-bahak mengenang kisah yang sudah lewat. Cerita-cerita seputar masa lalu pun bergulir, dan di satu titik mendekatkan kita dan dia kembali. Bukannya nggak mungkin, bila ternyata ide “jadian” lagi terbersit di benak kita dan si mantan pacar. Wajar, kok. Yang penting, tanyakan beberapa hal ini kepada diri kita sendiri sebelum mengibarkan bendera “selamat datang” kembali.

Koneksi Dulu dan Kini

Peraturan No. 1, jangan pernah berkomitmen terhadap seseorang dengan harapan bahwa orang tersebut akan memenuhi apa yang kita butuhkan dan inginkan. Apakah kita berada ada level komunikasi, gaya hidup dan visi akan masa depan yang sama? Mentang-mentang pernah pacaran, bukan berarti dia atau kita tidak berubah sama sekali. Pertanyaannya, bisa kita dan dia saling menyeimbangi?

Amati Konten Percakapan

Apakah kita lebih banyak membahas dan terkenang-kenang akan masa lalu atau saling bertukar informasi mengenai kondisi sekarang, cita-cita, rencana hidup dan lain sebagainya? Apakah kita “menemukan” diri kita dalam setiap obrolan? Misalnya, walau tidak bekerja di bidang ekonomi sepertinya, akan tetapi pembicaraan mengenai keuangan atau reksadana menarik hati kita. Atau walau memiliki genre film yang berbeda, namun kita bisa berbagi soal film-film dari sutradara favorit kita. Ingin memiliki hubungan yang “panjang umur”, saling menstimulasi otak itu penting!

Rencanaku, Rencanamu

Bertemu mantan pacar

Mengetahui rencana dan visi hidup sayu sama lain itu penting. Apakah kita berencana menghabiskan setiap bonus atau kenaikan gaji dengan melakukan traveling sebanyak-banyaknya? Urusan memiliki properti atau kendaraan belum menjadi prioritas kita karena kita berpikir hidup terlalu seri untuk dilewatkan dan dibebani “hutang” setiap bulan. bagaimana bila ternyata dia sangat ketat dalam mengatur pengeluaarannya–memiliki rumah dan deposito adalah keharusan, dan traveling bisa dilakukan saat segala sesuatu sudah mapan. Bagaimana kita bertemu di titik kompromi dari perbedaan sudut pandang tersebut?

Pertanyaan Kebersamaan

Hal ini sering luput dari perhatian, padahal penting. Bagaimana kita memandang kebersamaan? Apakah melakukan aktivitas sendiri-sendiri jadi masalah bagi kita dan dia. Apakah dalam kebersamaan yang kelak terjalin, kita masih bisa menemukan waktu berkualitas untuk diri sendiri. Apakah kebersamaan kita dengan dia kelak akan mengeluarkan semua potensi terbaik kita?

Berdamai Dengan Masa Lalu

Ini yang paling penting. We broke up for a reason, didn’t we? Apakah semua masalah dan perbedaan meruncing di masa lalu telah berhasil kita lewati atau temukan titik komprominya? Atau kalau mau jujur, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak pernah selesai di antara kita dan dia? Bila kita ingin hubungan kedua kalinya (atau lebih?) ini sungguh-sungguh berhasil, jangan lupa masukkan hal ini dalam agenda pembahasan ya.

Questions About Love

Pertanyaan soal cinta dan hubungan berikut sering menggelitik pikiran kita. wajar, tidak wajar, boleh atau justru tabu? Apa saja?

Menjaga hubungan dengan mantan – dan bersikap seolah-olah masih pacaran.Menjaga hubungan baik boleh-boleh saja, bagaimanapun juga kita pernah berbagi perasaan dengannya. Akan tetapi tetap bersikap seperti masih pacaran? It’s a big no! “Hal ini akan tidak adil bagi salah satu pihak, terutama bila dia/kita sedang berusaha move on atau membina hubungan baru dengan orang lain,” jelas Nina Sunarwirawan, psikolog. Jaga jarak yang sehat dengan mantan dan hargai diri kita sendiri (dan keputusan yang pernah dibuat). Kita putus karena satu alasan bukan?

Tetap berteman di jejaring sosial dengan si mantan? Perlu kebesaran hati untuk terus menerima ‘updates’ dari si dia—mulai dari pacar baru, foto pre-wedding sampai saat mereka menikah kelak! Pertimbangkan juga perasaan pasangan kita atau dia bila mengetahui kita masih saling terhubung dan mungkin saja masih ‘mengecek’ satu sama lain. Merasa risih memutuskan hubungan begitu saja—apalagi jika kita putus baik-baik? “Tidak salah kok, mengirim pesan kepada mantan bahwa kita butuh ‘off’ sementara waktu. Hal ini justru akan menjaga perasaan keduabelah pihak,” jelas Nina.

Menetapkan deadline hubungan. Maunya sih, saat pacaran dan merasa cocok, hubungan kita bergerak ke jenjang yang lebih serius. Bahkan dalam hati diam-diam kita menetapkan target kapan bertunangan atau melaju ke jenjang pernikahan. Wajarkah? “Tentu saja. Bersikap saling terbuka dan menyampaikan hasrat dan keinginan masing-masing itu penting loh dalam hubungan,” ujar Nina, “dengan mengetahui tujuan dan arah hubungan, kita dan pasangan bisa lebih mempersiapkannya dengan matang. Misalnya menabung untuk menikah, atau mulai mencicil rumah bahkan saat harus menunda bila salah satu hendak melanjutkan studi terlebih dahulu.”

Menulis di blog tentang kisah percintaan kita? Dia yang baik, pengertian, sukses di karier, perhatian dan selalu membuat perasaan kita berbunga-bunga, so yes dunia harus tahu! Tunggu dulu, berbagi informasi terlalu banyak juga bisa memengaruhi hubungan kita. Menurut Nina, menulis di blog tanpa saringan, sama saja seperti curhat terhadap orang yang salah. Akan ada banyak opini yang berkembang—dan bisa memengaruhi sikap kita dalam berhubungan. Masih ingin menulis soal hubungan kita dengan si dia? Tuliskan saja pengalaman seru saat liburan bersama yang dilengkapi dengan foto-foto seru, atau kehebohan ‘behind the scene’ di dapur saat kita dan pasangan sedang mempraktikkan resep baru untuk makan malam romantis. Jauh lebih seru, kan?