The Story

Questions About Love

Pertanyaan soal cinta dan hubungan berikut sering menggelitik pikiran kita. wajar, tidak wajar, boleh atau justru tabu? Apa saja?

Menjaga hubungan dengan mantan – dan bersikap seolah-olah masih pacaran.Menjaga hubungan baik boleh-boleh saja, bagaimanapun juga kita pernah berbagi perasaan dengannya. Akan tetapi tetap bersikap seperti masih pacaran? It’s a big no! “Hal ini akan tidak adil bagi salah satu pihak, terutama bila dia/kita sedang berusaha move on atau membina hubungan baru dengan orang lain,” jelas Nina Sunarwirawan, psikolog. Jaga jarak yang sehat dengan mantan dan hargai diri kita sendiri (dan keputusan yang pernah dibuat). Kita putus karena satu alasan bukan?

Tetap berteman di jejaring sosial dengan si mantan? Perlu kebesaran hati untuk terus menerima ‘updates’ dari si dia—mulai dari pacar baru, foto pre-wedding sampai saat mereka menikah kelak! Pertimbangkan juga perasaan pasangan kita atau dia bila mengetahui kita masih saling terhubung dan mungkin saja masih ‘mengecek’ satu sama lain. Merasa risih memutuskan hubungan begitu saja—apalagi jika kita putus baik-baik? “Tidak salah kok, mengirim pesan kepada mantan bahwa kita butuh ‘off’ sementara waktu. Hal ini justru akan menjaga perasaan keduabelah pihak,” jelas Nina.

Menetapkan deadline hubungan. Maunya sih, saat pacaran dan merasa cocok, hubungan kita bergerak ke jenjang yang lebih serius. Bahkan dalam hati diam-diam kita menetapkan target kapan bertunangan atau melaju ke jenjang pernikahan. Wajarkah? “Tentu saja. Bersikap saling terbuka dan menyampaikan hasrat dan keinginan masing-masing itu penting loh dalam hubungan,” ujar Nina, “dengan mengetahui tujuan dan arah hubungan, kita dan pasangan bisa lebih mempersiapkannya dengan matang. Misalnya menabung untuk menikah, atau mulai mencicil rumah bahkan saat harus menunda bila salah satu hendak melanjutkan studi terlebih dahulu.”

Menulis di blog tentang kisah percintaan kita? Dia yang baik, pengertian, sukses di karier, perhatian dan selalu membuat perasaan kita berbunga-bunga, so yes dunia harus tahu! Tunggu dulu, berbagi informasi terlalu banyak juga bisa memengaruhi hubungan kita. Menurut Nina, menulis di blog tanpa saringan, sama saja seperti curhat terhadap orang yang salah. Akan ada banyak opini yang berkembang—dan bisa memengaruhi sikap kita dalam berhubungan. Masih ingin menulis soal hubungan kita dengan si dia? Tuliskan saja pengalaman seru saat liburan bersama yang dilengkapi dengan foto-foto seru, atau kehebohan ‘behind the scene’ di dapur saat kita dan pasangan sedang mempraktikkan resep baru untuk makan malam romantis. Jauh lebih seru, kan?